empty
 
 
07.05.2026 12:01 PM
Analisis dan Proyeksi Harga EUR/USD: Pasangan EUR/USD Terus Menguat karena Pelemahan Dolar AS

This image is no longer relevant

Hari ini, Kamis, pasangan mata uang EUR/USD kembali melanjutkan pergerakan naik, diuntungkan oleh pelemahan dolar AS.

Dolar AS terus melemah, berada di bawah tekanan karena adanya harapan tercapainya penyelesaian damai konflik antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun data ketenagakerjaan terbilang kuat. Secara khusus, laporan ADP menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan di sektor swasta meningkat sebanyak 109.000 pada bulan April, jauh di atas angka revisi bulan sebelumnya yang sebesar 61.000. Namun, faktor positif ini tertutupi oleh optimisme pasar secara keseluruhan terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan yang dapat menghentikan konflik dengan Iran.

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa negosiasi telah mengalami kemajuan signifikan dalam 24 jam terakhir, seraya menambahkan bahwa Iran tampaknya bersedia mencapai kesepakatan. Selain itu, sumber Axios yang mengutip dua pejabat AS melaporkan bahwa Gedung Putih hampir menandatangani nota kesepahaman satu halaman dengan Iran yang ditujukan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Perkembangan ini, bersama dengan meredanya sentimen hawkish terkait kebijakan Federal Reserve AS, melemahkan posisi dolar sebagai mata uang cadangan, sekaligus mendukung pergerakan pasangan EUR/USD.

Namun, berdasarkan alat CME FedWatch dari CME Group, pelaku pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve sebelum akhir tahun. Di samping itu, investor kembali menilai peluang tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat di tengah perbedaan serius terkait program nuklir Iran. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar tetap waspada dan dapat memberikan dukungan bagi dolar AS, sehingga mendorong kehati-hatian dalam membuka posisi bullish berisiko pada pasangan EUR/USD dan dalam merencanakan penguatan lanjutan mata uang tersebut.

Dalam mencari pendorong pasar baru, perhatian perlu diarahkan pada data makroekonomi, khususnya laporan Challenger mengenai pemutusan hubungan kerja di AS, serta data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan. Namun, fokus utama tetap pada laporan ketenagakerjaan U.S. Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Jumat. Selain itu, perkembangan baru terkait krisis di Timur Tengah dapat terus memicu volatilitas, yang pada gilirannya akan memengaruhi dinamika dolar AS dan menciptakan peluang perdagangan tambahan bagi pasangan EUR/USD.

Dari perspektif teknikal, indikator osilator masih berada di zona positif dan kubu bullish masih memegang kendali, dengan target terdekat pada level psikologis kunci 1,1800. Support didukung oleh SMA 20 hari. Perlu juga dicatat bahwa SMA 200 hari bergerak mendatar, yang mengisyaratkan bahwa pasangan ini berpotensi bergerak dalam kisaran sideways untuk jangka waktu yang lebih lama.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.