Permintaan terhadap dolar AS dengan cepat kembali menguat, dan di tengah kebuntuan di Timur Tengah, pasar bereaksi impulsif terhadap setiap berita.
Sesi pagi ini berpotensi menjadi titik balik bagi arah pergerakan euro ke depan. Fokus akan tertuju pada indikator yang mencerminkan kondisi ekonomi terbesar di Zona Euro, yaitu Jerman. Menurut prediksi, data utama Indeks Harga Konsumen akan dirilis pada paruh pertama hari ini. Data ini sangat penting karena secara langsung mencerminkan tingkat inflasi dan berpengaruh besar terhadap stabilitas harga dan, pada akhirnya, langkah-langkah kebijakan moneter Bank Sentral Eropa ke depan.
Bersamaan dengan data inflasi, ZEW Research Institute juga akan menerbitkan indikatornya. Dua metrik penting yang mencerminkan ekspektasi dan penilaian terhadap situasi ekonomi Jerman saat ini akan disajikan. Indeks Sentimen Bisnis ZEW dirancang untuk menunjukkan bagaimana para pelaku usaha Jerman menilai prospek ekonomi dalam waktu dekat. Pergerakan positif pada indeks ini dapat mengindikasikan peningkatan optimisme dan keyakinan bisnis, sementara penurunan dapat mencerminkan kekhawatiran yang meningkat.
Indikator serupa juga akan dirilis untuk Zona Euro, yang sudah pasti akan memengaruhi pasar valuta asing.
Untuk Inggris, tidak ada rilis data yang dijadwalkan hari ini, sehingga besar kemungkinan tekanan terhadap pound sterling akan berlanjut dalam tren bearish yang terlihat sejak akhir sesi kemarin.
Jika data sesuai dengan ekspektasi para ekonom, lebih baik menggunakan strategi Mean Reversion. Jika data jauh di atas atau di bawah ekspektasi para ekonom, sebaiknya menggunakan strategi Momentum.
Strategi Momentum (Breakout):
Untuk pasangan EUR/USD:
Posisi beli saat breakout di atas level 1,1770 dapat mendorong kenaikan euro menuju kisaran 1,1796 dan 1,1815.
Posisi jual saat breakout di bawah level 1,1750 dapat mendorong penurunan euro menuju kisaran 1,1725 dan 1,1701.
Untuk pasangan GBP/USD:
Posisi beli saat breakout di atas level 1,3585 dapat mendorong kenaikan pound menuju kisaran 1,3615 dan 1,3650.
Posisi jual saat breakout di bawah level 1,3565 dapat mendorong penurunan pound menuju kisaran 1,3540 dan 1,3514.
Untuk pasangan USD/JPY:
Posisi beli saat breakout di atas level 157,40 dapat mendorong kenaikan dolar menuju kisaran 157,70 dan 157,99.
Posisi jual saat breakout di bawah level 157,00 dapat memicu tekanan jual terhadap dolar menuju kisaran 156,73 dan 155,96.
Strategi Mean Reversion (Pembalikkan):
Untuk Pasangan EUR/USD:
Saya akan mencari posisi jual setelah false breakout di atas 1,1775 ketika harga kembali turun di bawah level ini.
Saya akan mencari posisi beli setelah false breakout di bawah 1,1745 ketika harga kembali naik ke level ini.
Untuk Pasangan GBP/USD:
Saya akan mencari posisi short setelah kegagalan breakout di atas 1,3601 ketika harga kembali turun di bawah level ini.
Saya akan mencari posisi long setelah kegagalan breakout di bawah 1,3565 ketika harga kembali naik ke level ini.
Untuk Pasangan AUD/USD:
Saya akan mencari posisi jual setelah kegagalan breakout di atas 0,7243 ketika harga kembali turun di bawah level ini.
Saya akan mencari posisi beli setelah kegagalan breakout di bawah 0,7220 ketika harga kembali naik ke level ini.
Untuk pasangan USD/CAD:
Saya akan mencari posisi jual setelah false breakout di atas 1,3700 ketika harga kembali turun ke bawah level ini.
Saya akan mencari posisi beli setelah false breakout di bawah 1,3682 ketika harga kembali naik ke level ini.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.