empty
 
 
22.06.2026 09:30 AM
Sesi Pertama Perundingan Amerika-Iran Berakhir dengan Optimisme yang Penuh Kehati-hatian

Permintaan terhadap aset berisiko kembali meningkat, dan nilai dolar AS sedikit melemah menyusul kabar bahwa sesi pertama perundingan antara Amerika dan Iran berakhir dengan hasil yang cukup positif. Mediator dari Qatar dan Pakistan melaporkan kemajuan yang menggembirakan serta pembentukan sebuah mekanisme untuk melanjutkan perundingan teknis. Para pihak terkait juga menyepakati sebuah peta jalan untuk mencapai kesepakatan final dalam 60 hari.

This image is no longer relevant

Rincian konkret dari negosiasi jauh lebih meyakinkan dibanding pernyataan yang samar. Para pihak terkait membangun jalur komunikasi untuk mencegah insiden dan menjamin keselamatan pelayaran kapal melalui Selat Hormuz. Sebuah pusat koordinasi penyelesaian konflik telah dibentuk dengan melibatkan Lebanon, karena jalur Lebanon berulang kali mengancam keseluruhan struktur. Menteri Luar Negeri Iran Araqchi merinci apa saja yang sudah tercapai: ekspor minyak dan petrokimia telah dilanjutkan, blokade telah dicabut, sebagian aset yang dibekukan telah dicairkan, dan sebuah rencana rekonstruksi Iran telah diluncurkan.

Kendati demikian, jalan menuju kesepakatan final akan dipenuhi tantangan, sebagaimana terlihat jelas pada hari Minggu. Negosiasi dimulai dengan kebingungan: media Iran melaporkan penangguhan pembahasan setelah ancaman Trump kembali untuk melakukan serangan jika Hezbollah meneruskan serangannya terhadap Israel. Trump sendiri, dengan gaya khasnya, menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Fox News bahwa ia mengatakan secara langsung kepada para pemimpin Iran, jika mereka menutup Selat Hormuz, "kau bahkan tak akan kembali" ke Iran, sambil menyelipkan kata makian. Ia juga mengancam akan memberlakukan biaya untuk pelayaran melalui selat tersebut jika tidak tercapai kesepakatan. Detail penting dari protokol diplomatik adalah bahwa delegasi Iran menolak berpartisipasi dalam pidato pembukaan yang disiarkan televisi dan tidak hadir di ruangan hingga negosiasi benar-benar dimulai—Teheran tidak ingin terlihat berjabat tangan dengan pihak Amerika sebelum tercapai suatu kesepakatan.

Seperti telah saya nyatakan sebelumnya, isu kunci dalam keseluruhan kerangka perjanjian damai adalah Lebanon, dan melalui itu, Israel. Hasil positif pada akhirnya bergantung pada dukungan Israel, dan hanya penarikan pasukan Israel dari Lebanon yang dapat memberikan jaminan penuh, sesuatu yang kecil kemungkinan disetujui Netanyahu. Pada saat yang sama, Israel juga tidak menjadi peserta dalam negosiasi dan bersikeras mempertahankan kehadiran militernya sampai Hezbollah tidak lagi menjadi ancaman. Ini merupakan lingkaran setan: Iran menuntut penghentian permusuhan di Lebanon, Israel menolak mundur, dan AS berada di posisi penengah antara sekutu yang sulit dikendalikan dan lawan yang sedang diajak bernegosiasi.

Kita menghadapi 60 hari negosiasi teknis dengan sejumlah isu yang belum terselesaikan terkait program nuklir, bantuan ekonomi, dan penyelesaian masalah Lebanon. Peristiwa utama bagi pasar pekan ini akan menjadi rilis data PCE AS — yang akan menunjukkan sejauh mana pergeseran bernada hawkish dalam ekspektasi suku bunga Federal Reserve dapat dibenarkan.

Terkait gambaran teknikal terkini EUR/USD, pembeli perlu mempertimbangkan bagaimana merebut kembali level 1,1485. Hanya ini yang akan membuka jalan untuk menguji 1,1530. Dari sana, target berikutnya bisa diarahkan ke 1,1590, tetapi mencapainya tanpa dukungan pelaku besar akan cukup menantang. Jika instrumen trading tersebut melemah, saya memperkirakan aksi serius dari pembeli besar baru akan muncul di sekitar 1,1450. Jika tidak ada minat pada area tersebut, akan lebih bijak menunggu pembaruan level rendah di 1,1425 atau membuka posisi long dari 1,1385.

Untuk gambaran teknikal terkini GBP/USD, pembeli pound perlu merebut kembali resistance terdekat di 1,3250. Hanya ini yang akan memungkinkan pembentukan target di 1,3285, yang akan cukup sulit ditembus ke atas. Target terjauh akan berada di area 1,3325. Jika terjadi penurunan, bear akan berupaya merebut kendali atas 1,3200. Jika berhasil, breakout kisaran ini akan menjadi pukulan serius bagi posisi bull dan mendorong GBP/USD menuju level terendah 1,3160, dengan prospek melanjutkan pelemahan hingga 1,3131.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.