Kenaikan harga minyak dan gas yang dipicu oleh konflik Iran membahayakan perekonomian Asia
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menuduh Amerika Serikat dan Israel telah merusak keamanan energi internasional di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Juru bicara Kementerian, Mao Ning, menyerukan gencatan senjata segera, ia menekankan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan Iran untuk menjaga pasokan energi yang stabil yang penting bagi perekonomian global, seperti yang dilaporkan oleh TASS.
Diplomat Tiongkok tersebut mendesak agar navigasi di Selat Hormuz tetap aman dan mencegah dampak negatif lebih parah terhadap perekonomian dunia. Sejak hari Senin, harga minyak dan gas telah melonjak tajam. Menurut laporan media lokal, Iran mengancam akan menghentikan lalu lintas kapal apa saja yang melalui selat tersebut, yang dianggapnya sebagai perairan teritorial.
Para pejabat militer AS membantah adanya blokade efektif di Selat Hormuz dengan menunjukkan ketergantungan Tiongkok pada pasokan Iran. Prediksi menunjukkan bahwa pangsa pasokan minyak Beijing melalui selat tersebut sekitar 38% dibandingkan dengan 90% untuk semua negara Asia secara gabungan.