Harga minyak diperkirakan akan berada di atas $100/bbl karena konflik dengan Iran
Harga minyak mentah diprediksi akan tetap berada di atas $100 per barel dalam waktu dekat di tengah kurangnya kemajuan diplomatik dalam konflik AS dan Iran. OSBC Bank menyatakan dalam sebuah laporan bahwa blokade Selat Hormuz terus membatasi pasokan global.
Analis OSBC memprediksi bahwa harga minyak sekitar $100 hingga pertengahan 2026. Kembalinya ke level sebelumnya diprediksi tidak akan terjadi sebelum awal 2027 karena rantai logistik global secara bertahap pulih.
Runtuhnya pengiriman di wilayah yang menyumbang sekitar seperlima dari konsumsi minyak global memaksa produsen Teluk untuk mengurangi produksi. Lalu lintas kapal melalui selat telah turun ke tingkat minimal karena risiko kemanan dan inspeksi wajib oleh pasukan Iran. Situasi pasar saat ini dinilai sebagai guncangan pasokan yang "cukup parah". Kemungkinan besar akan terjadi kenaikan harga lebih lanjut.
Pelepasan minyak dari cadangan strategis internasional dan penggunaan jalur pipa alternatif dapat mengimbangi hingga 10 juta barel epr hari. Namun, langkah-langkah ini tidak cukup untuk mengatasi kekurangan apabila gangguna pengirman minyak mentah dari Timur Tengah terus berlanjut. Transit terbatas yang dilakukan masing-masing kapal tidak cukup untuk sepenuhnya menstabilkan keseimbangan penawaran dan permintaan.