Tiongkok menghalangi penegakan sanksi AS.
Kementerian Perdagangan Tiongkok telah mengeluarkan arahan resmi yang melarang segala bentuk pengakuan, penegakan, atau kepatuhan terhadap sanksi AS yang dijatuhkan kepada perusahaan petrokimia Tiongkok. Pembatasan dari pihak Amerika ini dijatuhkan karena adanya dugaan kasus perdagangan minyak dengan Iran yang dianggap telah terkonfirmasi.
Kementerian tersebut menjelaskan keputusan sebagai respon terhadap apa yang mereka pandang sebagai penerapan hukum asing secara ekstrateritorial yang tidak adil. Para pejabat menyatakan bahwa tindakan Amerika Serikat tersebut mengganggu aktivitas komersial yang sehat dan secara langsung melanggar norma-norma fundamental hubungan internasional. Sikap Beijing diperkuat oleh sebuah pernyataan yang menegaskan, "Tiongkok senantiasa menentang sanksi sepihak yang ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan tidak diotorisasi oleh Dewan Keamanan PBB." Dalam konteks ini, Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan perintah yang menginstruksikan agar sanksi AS terhadap kelima perusahaan Tiongkok tersebut tidak diakui, ditegakkan, ataupun dipatuhi.
Sebelumnya, Duta Besar AS bagi PBB, Mike Waltz, memberikan komentar mengenai kemungkinan langkah-langkah pembalasan dari pemerintah Amerika. Washington sedang mempertimbangkan untuk memulai inspeksi terhadap kapal-kapal kargo yang mengangkut minyak dari Iran menuju Tiongkok.