Pejabat The Fed Kevin Warsh menjanjikan "pergeseran kebijakan" demi kemenangan mutlak atas inflasi
Dalam kesaksian pertamanya di hadapan Kongres, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan bahwa pihak regulator tidak akan membiarkan inflasi tinggi terus berlanjut. Ia menyebut inflasi tinggi yang terjadi selama lima tahun terakhir sebagai pajak yang tidak adil bagi masyarakat Amerika dan mendesak adanya "perubahan rezim" dalam kebijakan bank sentral. Pada pertemuan bulan Juni, Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75%.
Kevin Warsh menggambarkan kondisi ekonomi AS sedang tumbuh secara stabil. Ia mengidentifikasi investasi perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI)—seperti pembangunan pusat data dan pembelian perangkat lunak—sebagai pendorong utama peningkatan tersebut. Belanja di sektor teknologi tinggi telah melonjak hampir 25% secara tahunan (*year-on-year*). Menurut ketua The Fed tersebut, istilah "investasi AI" kelak akan menjadi sinonim dengan investasi pada umumnya. Namun, dampak teknologi ini terhadap efisiensi tenaga kerja masih perlu dikaji secara mendalam.
Demi memodernisasi bank sentral, Kevin Warsh mengumumkan pembentukan lima kelompok kerja khusus. Kelompok-kelompok ini akan menganalisis aspek-aspek utama kinerja Federal Reserve: strategi komunikasi, pengelolaan neraca keuangan, sumber data, dampak AI terhadap produktivitas, serta kerangka kebijakan inflasi. Sang ketua menegaskan bahwa reformasi ini akan membuka "babak baru" dalam sejarah Sistem Federal Reserve.