BTC jatuh ke level terendah dua tahun karena ketidakpastian geopolitik menghantam kripto
Pasar mata uang kripto global telah menghadapi arus keluar modal yang signifikan di tengah negosiasi yang telah berlangsung berkepanjangan dan tidak menghasilkan kesimpulan antara AS dan Iran. RIA Novosti, mengutip pernyataan dari mantan analis Bank Sentral Turki, Onur Dashdemir, melaporkan bahwa ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung memaksa investor besar untuk dengan cepat mengurangi kepemilikan mereka dalam aset digital. Perlu dicatat bahwa mata uang kripto paling populer di dunia sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah naiknya Donald Trump ke tampuk kekuasaan di AS. Token tersebut mencapai puncaknya di $126.198,07, setelah itu pasar memasuki penurunan yang dalam.
Penurunan tajam pada aset kripto unggulan mendorong Bitcoin ke angka $61.335,75 pada awal bulan Juni. Pada sesi trading selanjutnya, harga terus turun, menembus level psikologis dan menetap di kisaran $59.000, level terendah untuk koin tersebut dalam hampir dua tahun. Dashdemir menjelaskan bahwa perubahan sentimen yang tajam ini terkait dengan meningkatnya kehati-hatian di antara pelaku pasar. Karena risiko geopolitik dan ketidakstabilan di Timur Tengah, investor mulai secara luas menghindari instrumen berisiko tinggi dan lebih menyukai kelas aset yang lebih stabil dan dapat diprediksi.
Menurut pakar tersebut, lintasan Bitcoin selanjutnya akan sepenuhnya bergantung pada perkembangan lingkungan geopolitik seputar kesepakatan AS-Iran dan pada kesediaan dana untuk kembali ke operasi spekulatif. Para pelaku pasar terus mengamati dengan cermat setiap sinyal dari Washington dan Teheran, karena bahkan tanda-tanda eskalasi paling kecil pun dapat langsung meningkatkan permintaan untuk instrumen safe-haven tradisional. Hingga situasi di Teluk Persia sepenuhnya stabil, mata uang digital akan tetap berada di bawah tekanan jual yang serius.