Jefferies meruntuhkan pandangan optimistis Wall Street terhadap robotaksi
Bank investasi Jefferies memangkas target harga saham Tesla menjadi $375, memperingatkan investor akan munculnya risiko struktural baru. Seiring meningkatnya ekspektasi pasar tentang kemungkinan merger antara pembuat mobil tersebut dan SpaceX, saham TSLA berisiko berubah menjadi tidak lebih dari sebuah “tracking stock” yang merefleksikan valuasi perusahaan antariksa itu.
Dalam menganalisis dampak IPO SpaceX yang baru‑baru ini sangat mencuri perhatian publik, Jefferies mencatat adanya pergeseran insentif pemegang saham. Jika narasi penggabungan aset yang segera terjadi menguat, investor bisa mulai menggunakan saham Tesla semata‑mata untuk meminimalkan dilusi kepemilikan mereka. Akibatnya, mekanisme penilaian TSLA dapat mulai meniru SpaceX dan terlepas dari kinerja operasional Tesla sendiri. Target yang dikerek turun itu mengimplikasikan potensi penurunan sekitar 6% dari level saat ini.
Broker tersebut menyampaikan kondisi ini secara blak‑blakan: “Perkiraan dan proyeksi tetap terlepas dari realitas.” Analis Jefferies tidak mengharapkan ketidaksesuaian ini akan terselesaikan dalam waktu dekat.
Jefferies memproyeksikan hasil keuangan di bawah konsensus pasar untuk beberapa tahun ke depan. Berbeda dengan kubu optimis di Wall Street yang mengantisipasi lonjakan pendapatan yang tajam, bank ini mengasumsikan bahwa peluncuran awal robotaksi dan humanoid akan menciptakan operasi yang merugi, bukan menghasilkan profit.
Sebagian besar premi valuasi Tesla dibanding pembuat mobil tradisional bertumpu pada keyakinan bahwa humanoid dan taksi otonom akan menghasilkan pendapatan ber-margin tinggi. Jefferies tidak membantah potensi jangka panjang teknologi‑teknologi ini, tetapi menegaskan bahwa pasar dengan gigih mengabaikan fase investasi jangka pendek yang tak terhindarkan dan kerugian besar yang akan menyertainya.